• Beranda
  • About

MUTIARA SALAF

Berusaha menebarkan sunnah

Feeds:
Tulisan
Komentar

PELAJARAN 2 (Bag.1) الإسم

Mei 24, 2008 oleh 4bu4isyah

الإسم

    Tujuan :
    - Mengetahui 9 macam isim, definisi dan contoh-contohnya

Pendahuluan:
Setelah pada pelajaran 1 kita telah mengetahui macam-macam kalimah atau kata dalam bahasa Arab, yaitu Isim, Fi’il dan Huruf, maka sekarang kita akan lebih jauh membahas tentang macam-macam isim. Pembagian isim bisa banyak sekali tergantung ditinjau dari sudut pandang mana. Namun pada kesempatan ini kita akan membagi isim menjadi 9 macam, karena pembagian ini mewakili seluruh jenis isim ditinjau dari perubahan tandanya ketika kita digunakan di dalam kalimat.

  • Macam-macam isim :
    1. الإِسْمُ الْمُفْرَدُ (Isim Mufrod)
    2. الْمُثَنَّى (Mutsanna)
    3. جَمْعُ الْمُذَكَّرِ السَّالِمُ (Jama’ Mudzakkar Salim)
    4. جَمْعُ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمُ (Jama’ Muannats Salim)
    5. جَمْعُ التَّكْسِيْرِ (Jama’ taksir)
    6. الأَسْمَاءُ الْخَمْسَةُ (Isim-isim yang lima)
    7. الْمَقْصُوْرُ (Isim Maqshur)
    8. الْمَنْقُوْصُ (Isim Mangqush)
    9. الإِسْمُ الَّذِى لايَنْصَرِفُ (Isim yang tidak bisa menerima tanwin)


  • Penjelasan Macam-Macam Isim

  • 1. الإِسْمُ الْمُفْرَدُ (Isim Mufrod)

    الإِسْمُ الْمُفْرَدُ adalah isim yang menunjukkan makna tunggal.
    Contoh :
    بَيْتٌ (baitun) : (sebuah) rumah
    مَجَلَّةٌ (majallatun) : (sebuah) majalah
    وَلَدٌ (waladun) : (seorang) anak


    2. الْمُثَنَّى (Mutsanna)

    الْمُثَنَّى adalah isim yang menunjukkan makna dua. Cara membuatnya adalah dengan menambahkan Alif (ا )dan Nun (ن) atau Ya’ (ي ) dan Nun (ن) pada akhir dari isim mufrod-nya.
    Contoh :

    بَيْتَانِ
    <— بَيْتٌ(baitaani) atau بَيْتَيْنِ (baitaini) : dua buah rumah

    مَجَلَّتَانِ
    <— مَجَلَّةٌ (majallataani) atau مَجَلَّتَيْنِ (majallataini) : dua buah majalah

    Jadi ada dua bentuk isim mutsanna, yaitu mustanna yang diakhiri dengan Alif dan Nun dan mutsanna yang diakhiri dengan Ya’ dan Nun. Maknanya sama, perbedaannya nanti ada pada kedudukannya dalam kalimat (secara rinci insya Allah akan dibahas pada pelajaran-pelajaran mendatang). Yang perlu diingat bahwa huruf nun-nya senantiasa berbaris bawah (kasroh) dan huruf sebelum alif atau sebelum ya’ senantiasa berbaris atas (fathah)


    3. جَمْعُ الْمُذَكَّرِ السَّالِمُ (Jama’ Mudzakkar Salim)

    جَمْعُ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمُ adalah isim yang menunjukkan makna banyak, yakni lebih dari dua dan menunjukkan makna laki-laki. Cara membuatnya adalah dengan menambahkan Wawu (و )dan Nun (ن) atau Ya’ (ي ) dan Nun (ن) pada akhir dari isim mufrod-nya.
    Contoh :
    مُسْلِمُوْنَ <— مُسْلِمٌ (muslimuuna) atau مُسْلِمِيْنَ (muslimiina) : orang-orang muslim

    كَافِرُوْنَ
    <— كَافِرٌ(kaafiruuna) atau كَافِرِيْنَ (kaafiriina) : orang-orang kafir

    Jadi isim jama’ mudzakkar salim juga ada dua bentuk, yakni yang diakhiri dengan Wawu dan Nun dan yang diakhiri dengan Ya’ dan Nun yang keduanya memiliki makna yang sama, penggunaannya nanti tergantung kedudukannya di dalam kalimat. Berbeda dengan mutsanna, pada jama’ mudzakkar salim huruf Nun-nya senantiasa berbaris atas (fathah) kemudian huruf sebelum wawu berbaris dhommah dan huruf sebelum ya’ berbaris bawah (kasroh).


    Latihan 1

    1. Ubahlah isim-isim berikut menjadi الْمُثَنَّى (mutsanna) kemudian terjemahkan.
    a. رَسُوْلٌ (Rosuulun) : utusan
    b. نَبِيٌّ (Nabiyyun) : nabi
    c. سَبُّوْرَةٌ (sabbuuratun) : papan tulis
    d. عَالِمٌ (‘aalimun) : orang alim (berilmu)

    2. Ubahlah isim-isim berikut menjadi الإِسْمُ الْمُفْرَدُ
    a. يَدَيْنِ (Yadaini) : dua tangan
    b. بَابَانِ (Baabaani) : dua buah pintu
    c. فَاسِقُوْنَ (faasiquuna) : orang-orang fasiq (biasa melanggar batasan Allah)
    d. كَاذِبِيْنَ (kadzibiina) : para pendusta


    bersambung insya Allah


    =Abu ‘Aisyah=

    Ditulis dalam PELAJARAN BAHASA ARAB | Bertanda isim, jama', mudzakkar, mufrod, mutsanna, salim | No Comments Yet

    • MUTIARA SALAF

      Dari Mundzir , dari Rabie' bin Khutsaim diriwayatkan bahwa ia berkata: "Segala sesuatu yang dilakukan tidak untuk mencari wajah (dan keridhaan) Allah, Pasti sia-sia" (Shifatush Shafwah III:61)
    • Tulisan Terakhir

      • PELAJARAN 2 (Bag.1) الإسم
      • PELAJARAN 1 (Bag.2) الكلمة
      • PELAJARAN 1 (Bag.1) الكلمة
      • Akhlak Dalam Tertawa dan Bercanda
      • Akhlak Dalam Memelihara Waktu
      • Memelihara Lidah dan Adab Berbicara
      • Akhlak Terhadap Para Ulama
      • Akhlak dalam Menyikapi Kesalahan-kesalahan
      • Memelihara Hak Sesama Makhluk
      • Berbuat Baik Kepada Kerabat Dekat dan Orang Lain
    • Komentar Terakhir

      abu Nabilah di Akhlak Dalam Tertawa dan …
      alghaits di Akhlak Dalam Tertawa dan …
      Abu Khodijah di About
      Abu Tilmidz di About
    • Kategori

      • AKHLAK SALAF
      • BIOGRAFI ULAMA SALAF
      • PELAJARAN BAHASA ARAB
    • Arsip

      • Mei 2008
      • April 2008
      • November 2007
      • Oktober 2007
      • September 2007
      • Agustus 2007
    • Meta

      • Masuk log
      • RSS Entri
      • RSS Komentar
      • WordPress.com
    • Spam Blocked

      74 komentar spam
      diblokir oleh
      Akismet

    Blog pada WordPress.com.

    Tema: Mistylook oleh Sadish